Rabu, 01 Mei 2013

BURUH MENGGUGAT KESEJAHTERAAN DI INTERNASIONAL LABOUR DAY


Oleh:
Tyas Wulansi
(Ketua Umum KOHATI Badko HMI Jawa Tengah – D.I.Y)


                Tidak ada sosialisme sejati tanpa adanya demokrasi buruh. Perubahan system perekonomian dari kapitalisme menjadi sosialisme juga harus disertai dengan perubahan struktur politik dalam  masyarakat secara radikal. Betapa kuatnya nafas sosialisme para kaum buruh sehingga mereka mempunyai kekuatan untuk menggoyang rezim yang tidak pro pada kepentingan mereka bahkan bisa menumbangkan system yang tidak memberikan kontribusi  apapun.
Aksi Hari Buruh Sedunia

            Kebebasan berekspresi dalam menyampaikan aspirasi memang di lindungi oleh Negara. Sejak zaman pemerintahan presiden soekarno sebenarnya pernah memberikan payung hukum yang mewajibkan peringatan hari buruh sedunia melalui UU No.1 tahun 1951 tentang pernyataan berlakunya UU kerja tahun 1948. Pasal 15 ayat 2 berbunyi “pada hari 1 mei buruh dibebaskan dari kewajiban bekerja.” Namun ketika masa pemerintahan beralih kepada presiden soeharto yang notabene menganut paham kapitalisme ala barat, rezim ini mengeluarkan kebijakan melarang peringatan hari buruh sedunia. maka sejak itu buruh di belenggu dengan ketidak bebasan untuk merayakan hari buruh internasional karena pemerintah pada masa itu tidak mengakui adanya peringatan hari buruh internasional.

Sejarah May Day (Hari Buruh Sedunia)

Pada tanggal 1 Mei 1886 terjadi demo buruh di amerika serikat yang menuntut adanya pemberlakuan delapan jam masa  kerja. Tuntutan ini  terkait dengan kondisi saat itu, dimana para buruh diharuskan bekerja 12 hingga 16 jam per hari. Demonstrasi besar yang berlangsung sejak bulan april 1886 pada awalnya didukung oleh 250 ribu buruh. Dan dalam jangka waktu dua minggu membesar hingga 350 ribu. Kota Chicago sebagai jantung gerakan aksi tersebut diikuti oleh 90 ribu buruh. Dikota new york aksi ini diikuti oleh 10 ribu buruh. Di kota Detroit diikuti oleh 11 ribu buruh. Dalam waktu singkat menjalar ke berbagai kota seperti Louisville dan Baltimore yang mampu menyatukan buruh kulit putih dan kulit hitam. Hingga puncaknya pada tanggal 1 mei 1886 merambat dari kota maine ke texas,dari new jersey ke Alabama diikuti oleh setengah juta buruh di negeri tersebut. Perkembangan aksi yang semakin meluas tersebut akhirnya memancing reaksi yang besar dari pengusaha dan pemerintahan setempat saat itu. Melalui Chicago’s commercial club mengeluarkan dana US$ 2000 untuk membeli peralatan senjata mesin untuk menghadapi para pendemo.

         Demonstrasi damai menuntut pengurangan jam kerja itupun berakhir dengan kerusuhan dan jatuh korban. Sekitar 180 polisi yang menghadang para demonstran memerintahkan untuk membubarkan diri. Namun ada insiden bom meledak di sekitar barisan polisi,sehingga polisi secara membabi buta menembak para demonstran. Akibatnya korban berjatuhan di pihak buruh pada tanggal 3 mei 1886. Tercatat 4 orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Sedangkan 8 orang aktifis buruh  lainnya ditangkap dan di penjarakan dengan tuduhan terlibat dalam pengeboman di tengah aksi tersebut. Akibat dari kejadian tersebut,sejak saat itu polisi melarang adanya demonstrasi buruh. Namun kaum buruh tidak menyerah dan hanya diam saja, mereka kembali melakukan demonstrasi dengan tuntutan yang sama pada tahun 1888.dan melakukan demonstrasi kembali pada 1 mei 1890.
       Akhirnya kongres menyambut usulan delegasi buruh dari amerika serikat yang menyerukan pemogokan umum pada tanggal 1 mei 1890 guna menuntut pengurangan jam kerja dan menetapkan tanggal 1 mei sebagai hari buruh sedunia. Perjuangan para buruh berhasil dengan di sepakatinya delapan jam per hari atau 40 jam per minggu ( masa kerja 5 hari) telah ditetapkan sebagai standar perburuhan internasional oleh ILO melalui konvensi ILO no. 01 tahun 1919 dan dikhususkan pada konvensi no.47 tahun 1935.

Tuntutan Buruh indonesia pada may day 2013:  
  1. Menolak kenaikan harga BBM 
  2.  Menolak upah murah yang masih diterapkan di beberapa daerah seperti Bali (55,79 %), Maluku utara (70,31 %), gorontalo (73,33 %), Kalimantan barat (75,56 %). 
  3. Revisi peraturan menteri tenaga kerja dan transmigrasi (Permenakertrans) no. 13/tahun 2012 tentang kebutuhan hidup layak (KHL). Jumlah KHL sebanyak 60 item belum mampu merepresentasikan kehidupan riil pekerja lajang yang seharusnya mencapai 84 item.
  4. Menolak izin penangguhan upah minimum secara non prosedural oleh pemimpin daerah karena tidak sesuai dengan regulasi yang ada.
Tahun 2013 ini sudah selayaknya kaum buruh kita di hargai dengan upah yang layak  dan fasilitas yang memadai.karena tanpa mereka kaum pemilik modal tidak akan menjalankan usahanya. Dengan di sepakatinya 1 mei sebagai hari buruh internasional oleh pemerintah sby dijadikan hari libur nasional mulai 2014 mendatang harapannya buruh bebas menyatakan aspirasinya lagi yang sempat hilang pada masa rezim militer berkuasa.

Selamat hari buruh sedunia…

1 komentar:

  1. berbagai sudut pandang mengenai buruh memang berbeda-beda, ada yang pro terhadap pergerakan buruh tetapi tidak sedikit juga yang kontra terhadapnya. hari ini pergerakan buruh juga sudah banyak ditumpangi oleh partai-partai politik, hal itu bisa ditelususri sepak terjang perjalanan pergerakan buruh sejak tahun 1970an hingga sekarang.
    terlepas dari itu semua bahwa harmonisasi antara buruh dan pengusaha harus tercipta, pengusaha harus memanusiakan buruh sebagaimana mestinya dan buruh pun harus mengabdikan dirinya dengan sepenuhnya... maka akan tercipta rantai perekonomian yang kuat di negeri ini,,,,

    BalasHapus